tepian muara kali, aku duduk sendiri dalam kontemplasi ala filsuf gagal, membiarkan resonansi gemericik air terdengar seperti playlist lo-fi gratisan
Cahaya jingga matahari yang terfragmentasi di permukaan air seakan-akan memberi ilusi
Metafisik,
padahal mungkin saja hanya retinaku yang lelah
.Angin sore
berhembus dengan ritme subtil, menciptakan atmosfer katarsis yang katanya bikin hati adem meski kenyataannya aku masih mikirin gaji yang belum naik
Tapi ya sudahlah, di momen absurd ini aku belajar: menyendiri di tepian sungai bukan sekadar ritual restoratif, tapi juga cara elegan buat kabur sebentar dari notifikasi WhatsApp grup yang isinya “besok rapat jam 8"