.Opak

di

tepian muara kali,
aku duduk sendiri dalam kontemplasi ala filsuf gagal,
membiarkan resonansi gemericik air terdengar
seperti playlist lo-fi gratisan

Cahaya jingga matahari yang terfragmentasi
di permukaan air seakan-akan memberi ilusi

Metafisik,

padahal mungkin saja
hanya retinaku yang lelah

.Angin
sore

berhembus dengan ritme subtil,
menciptakan atmosfer katarsis
yang katanya bikin hati adem
meski kenyataannya aku masih
mikirin gaji yang belum naik

Tapi ya sudahlah, di momen absurd ini aku belajar:
menyendiri di tepian sungai bukan sekadar ritual restoratif,
tapi juga cara elegan buat kabur sebentar dari notifikasi WhatsApp grup yang isinya “besok rapat jam 8"

Sebener'e aku ngomong apa sih